Dorongan Yang Harus Dilakukan Pabrikan Suzuki

motor suzuki

Dilansir https://betwin188.org/ dalam sejarahnya, pabrikan Suzuki adalah salah satu papan atas yang diperhitungkan di pasar sepeda motor di Indonesia. Produk-produk legendaris telah bermunculan. Katakanlah dari era gue kecil sampe sekarang, ada Crystal, RGR, FXR, Satria series.

Suzuki sendiri mempunyai kenangan tersendiri di hidup gue. Bokap adalah pecinta suzuki karena gue akui sendiri tarikan motor suzuki itu powernya kuat banget. Dulu waktu gue kecil, bokap punya motor Suzuki Crystal, motor 2 tak yang kenceng pada jamannya. Ntah kapan belinya, ada satu foto gue bareng tu motor saat umur 7 tahun. Lalu dijual saat gue umur 20 tahun.. Awet banget bro..  Dan pertama kali gue bisa naik motor juga berkat si Crystal ini. Saat SMA, gue merengek minta dibeliin Suzuki Satria FU. Tapi bokap gue ngasih yang lebih murah, si Jupiter MX generasi pertama

Nah, beberapa tahun belakangan ini, Suzuki seperti butiran debu bila dibandingkan Honda dan Yamaha. Penjualan suzuki jauh tertinggal dibanding 2 pabrikan itu. Padahal dulu gak gini-gini amat market share nya.. Hanya Satria FU lah satu-satunya tumpuan Suzuki. Itu pun tahun depan siap-siap digempur Yamaha Jupiter MX King 150cc dan duo Honda (reborn Sonic / CS1)..

Dimana masalahnya?

Menurut gue, PT Suzuki Indomobil Motor, yang menaungi Suzuki baik di industri mobil dan motor, terlau fokus pada jualan mobilnya. Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya menggenjot penjualan Karimun Wagon R selaku salah satu mobil LCGC.

Kalo kita liat struktur organisasinya, kita bisa liat untuk Research and Development (R&D) dan Finance masih disatukan antara roda dua dan roda empat. Sedangkan untuk produksi dan pemasaran udah dilakukan terpisah. Menurut gue disinilah letak permasalahannya. Struktur organisasi seperti ini menyebabkan Suzuki gak bisa fokus terhadap kedua pasar, roda dua dan roda empat.

 

Gue rasa divisi roda dua Suzuki sebenernya ngerti apa aja kelemahan mereka di pasar. Namun mungkin R&D terlalu condong pada industri mobil, sehingga dana yang ada lebih banyak dialihkan untuk kepentingan Roda Empatnya, yang merembet ke sisi produksi dan pemasaran..

Rekomendasinya?

Ada 2 rekomendasi yang newbie bisa sampaikan disini:

  1. Mungkin lebih baik jika Suzuki Motor Corporation Japan selaku principle memisahkan perusahaan yang menaungi Divisi roda empat dan roda duanya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Honda terhadap pasar Indonesia, dimana Roda Empat di bawah Honda Prospect Motor sedangkan Roda Dua di bawah Astra Honda Motor. Hasilnya bisa kita lihat, masing-masing bisa fokus terhadap produk dan layanannya, sama-sama papan atas di bidangnya masing-masing.
  2. Bila roda empat maupun roda dua tetep dipegang Suzuki Indomobil Motor, sebaiknya dilakukan desentralisasi penuh kepada masing-masing divisi. Dimana masing-masing divisi mempunyai kewenangan penuh terhadap produk, pengembangan, dan layannya. Dengan kata lain, Human Resources, R&D, Supply Chain and Quality Control, Sales, Advertising, Promotiondan Finance jangan disatukan, namun berada di bawah masing-masing divisi. Dengan kebijakan seperti ini, tentunya masing-masing divisi akan fokus terhadap apa yang ditanganinya. Divisi roda dua tidak akan dianaktirikan lagi karena manajer divisi mempunyai kuasa penuh terhadap apa yang dikelolanya.

Nah, itulah dua hal yang menurut gue bisa jadi pertimbangan untuk kebangkitan Suzuki di industri roda dua di Indonesia. Dengan pengaplikasian hal ini, bukan gak mungkin ntar bakal lahir produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar roda dua Indonesia.

 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*